Senin, 19 September 2016

Naskah beda agama ( revisi)





 Idris sedang duduk di atas kursi tua sambil merenungi sebuah foto yang dipeluk didadanya, ia sedang mengingat kembali masa-masa yang terjadi 10tahun yang lalu, dengan wajah yang tampak sudah menua. Dan disorot lampu berwarna kuning kemerahan. ( flashback memgingat )


Pada masa itu disebuah kota sebut saja merah dan putih, peperangan berlangsung dikota Putih, tepatnya digerbang perbatasan Kota Merah dan Putih. Pembunuhan terjadi dimana-mana, pemerkosaan, pembakaran tempat ibadah dan rumah-rumah hancur pada masa itu.


Aminah                  ( Bangun dari sebuah reruntuhan rumah, dan ketika bangun dia kesakitan dan ketakutan dengan sekelilingnya )
Anthony                  Tolong.. tolong.. tolong.. ( kesakitan, dan terengah-engah kemudian Mendekati Anthony dengan raut wajah cemas dan ketakutan)

Seketika itu aminah kemudian merangkul antony dan mengantarnya menuju tempat aman
                                                                                                              
Anthony                 siapa kau? ( sambil dirangkul oleh Aminah )

Aminah                  Tidak usah banyak bicara, sekarang keselamatanmu lebih penting.

                                Ditengah perjalanan aminah berhenti dan kaget memperhatikan kalung salib yang terpasang dileher anthony

Anthony                 Kenapa?

Aminah                 (KAGET) tidak ada apa-apa..!!

Aminah                  Jika hati mengizinkan bibir untuk berkoar-koar dan menumpahkan sgala rasanya. Tak ada yang bisa membendung air mata untuk mengalir disetiap detiknya. Peperangan ini telah merenggut banyak jiwa, saudara, sahabat, termaksud suamiku.

Anthony                 suamimu?

Adegan 2
Tiga bulan kemudian, pada musim kemarau. Aminah mendapati sebuah surat berada di depan pintu rumahnya. Ternyata surat itu dari Anthony

Aminah            Dari Anthony untuk Aminah, selamat pagi Aminah, ini saya Anthony.. lama tidak jumpa dan berbincang, dengan surat ini sebenarnya saya memiliki niat berkunjung ke Kota mu. Ada hal penting yang ingin saya bicarakan secara langsung. Saya ingin menemuimu. Mungkin sementara kau membaca surat ini, saya sudah perjalanan menuju rumah mu.

Alifah                      Apa itu?

Aminah                  Tidak ada apa-apa.

Alifah                      lalu ? kenapa kau begitu takut? Aku tahu, semua orang juga tau.

Aminah                  Jangan berburuk sangka dulu. Dengarkan penjelasanku dulu. Ini tidak seperti apa yang kau lihat.

Alifah                  Apa? ( membaca surat ) Kau ini sungguh terlalu Aminah  Menjalin hubungan dengan orang jahat itu? Tidak kah kau ingat? Siapa penyebab suamimu meninggal? siapa penyebab dusun-dusun kita hancur? Dan siapa penyebab penyebab aku harus menjadi single parents. Masyarakat merah itu.

Aminah                Kita hanya manusia biasa, jangan karena salah satu diantara mereka yang membuat onar di dusun kita? Kau seolah-olah memandang mereka sama. Mereka sama seperti kita.

Alifah                      Sama apa?

Aminah              Ya. Kita sama seperti mereka. Manusia yang penuh dosa dan tidak luput dari kesalahan, yang sudah biarlah berlalu, kita hanya manusia penuh dosa, peperangan ini tiada henti nya, jika kau terus membiarkan amarah di dalam dirimu menjadi nene moyang, tidak ada hentinya. Mungkin.. sudah saatnya kita mengiklaskan semua.. ( Menatap kedepan dengan raut yang berusaha tegar )

Alifah                      Cuih tidak sudih, karena mereka anakku tidak akan memiliki ayah. Aku terpaksa menjadi ibu dan sekaligus Ayah untuk anakku nanti. Suatu saat ..ketika anakku besar. Dia akan bertanya kemana Ayahnya? Dan dia akan dipermalukan oleh teman-temannya. Bagaimana caraku membesarkannya Aminah? Sungguh berat beban yang ku pikul. Sedangkan kau malah ingin meladeni keparat itu!!

Aminah                  Aku hanya tidak ingin perdamaian hanya dalam mimpi, bila kebencian masih menggerogoti hati kita.

Idris                    Ada apa ini ! keributan ini terdengar sampai luar ! ( Menguping pembicaraan dari luar)

Alifah                       Maaf kami telah membuat keributan

Idris                        Ada apa kalian?

Alifah            Saya mendapati Aminah, yang sedang membaca surat dari masyarakat merah, yang berniat untuk menemui Aminah.

Idris                        Apa? Keterlaluan kau Hayati, apakah kau musuh di balik selimut? Mengapa kau tega ingin bertemu dengan nya?

Aminah                 Tidak ada niat sedikitpun ingin membuat kota kita dalam keadaan bahaya, dia hanya ingin berkunjung kesini untuk menemuiku, Bukankah itu hal yang baik? Apa lagi dia memberitahu terlebih dahulu, tidak ada Nampak jahat dari niat nya itu.

Idris                        Niat apa? Omong kosong! Ini hanya akal-akalannya saja, dia berpura-pura ingin menemuimu, setelah kota ini lengah .. dari perbatasan akan ada yang menyerang ke kota kita. Apakah kau tidak takut kau akan kehilangan saudara mu alifah? Dia satu-satunya saudara yang kau miliki sekarang Aminah, kau terlalu egois untuk keperntingan dirimu

Aminah                  egois???

Idris                        yah tentu saja!! Kau mendahulukan kepentinganmu untuk menemuinya.

Aminah                Tidak, saya hanya mencoba untuk membuat kota kita saling berdamai, bisa saja dia ke sini karena ingin merundingkan atas kejadian kemarin, kita bisa saja saling memaafkan dan menyelesaikan konflik ini .
Idris                        Allaahh, persetan !!! kau ini.
.
Aminah              kau apa? Kau yang egois pak, kau ingin peperangan ini terus berlangsungkan? Kau ingin membalaskan dendam-dendam pribadimu itu.. karena keegoisanmu. Sehingga aku harus menjadi janda seperti ini. Aku terpaksa menanggung malu karena keegoisanmu yang ingin berperang tiada habisnya. Aku dan alifah yang menjadi korban dari perselisihan ini pak. !

Idris                        apa kau bilang? Berani kau berbicara seperti itu? ( Ingin menampar Aminah )

Alifah                     Berhenti !. Tidak ada gunanya berdebat dengan penuh amarah. Saya akan menemanimu Aminah menuju rumah Ketua RW untuk membicarakan masalah ini.
Idris                        Tidak perlu kemana-mana, ini hanya akan membuang-buang waktu saja. Kau mau saja di bodohi dengan orang-orang keparat itu. Kau ini..

Aminah                 ya tuhan,, kenapa hatimu begitu keras? Tidak adakah rasa belas kasihanmu terhadap mereka? Apa salahnya dia ingin berkunjung kesini?

Idris                        awas saja kalau dia berani kesini, akan kupenggal kepalanya.

Alifah                  Jangan suudzon seperti itu pak. Awalnya aku juga ragu. Tapi apa yang dikatakan aminah ada benarnya juga. Baik! Kau ikut denganku Alifah.

Adegan 3
Aminah yang didampingi oleh saudaranya Alifah bergegas menuju rumah Ketua RW. Di  tengah perjalanan ia bertemu dengan Anthony. Namun selama perjalanan Idris ikut membuntuti dibelakang mereka.

Alifah                      Apakah kau yakin ingin menemuinya Aminah? Jika nanti, Ketua RW benar mengizinkan Anthony berkunjung ke Kota kita, Tidak adakah rasa khawatir dihatimu?

Aminah                  Khawatir? Kenapa memangnya ?

Alifah                      Saya takut dia berniat jahat denganmu Aminah, atau ternyata ini hanya strategi masyarakat nya saja, dia membuat rencana seperti ini untuk membuat kita lengah. Apakah kau tidak takut kau akan kenapa-kenapa Aminah?

Aminah                  ( Berkata sambil tersenyum ) Maut siapa yang bisa tau? Allah maha mengetahui, Walaupun kita berlindung dimenarah kokoh sekalipun, namun .. kalau maut dating menghampiri? Apa daya? Kita serahkan saja padanya.

Alifah                      Baiklah Hayati, saya hanya mengkhawatirkanmu saja. Sebenarnya, saat ini saya sangat cemat, takut, dan bingung. Saya sudah lelah dengan peperangan ini, apa lagi dalam keadaan hamil seperti ini. Sangat tidak pantas saya dengan keadaan hamil seperti ini berada di tengah konflik ini. Bayiku bisa kenapa-kenapa. Padahal bayi ini yang menginatkanku pada Alm. Ayah nya. Ini adalah sebuah harta bagiku.

Anthony                 Aminah… Aminah.. Aminah.. ( Tiba-tiba dating dari balik gerbang )

Aminah                  Kau?

Anthony                 Hay Aminah

Aminah                  Anthony? Ada apa ini?

Anthony                 Bisakah kita bicara berdua? Bisakah saya kerumahmu? Ada hal penting yang ingin saya bicarakan.

Aminah                  Bicaralah sekarang.

Anthony                 Tapi, siapa dia? Aku hanya ingin bicara berdua Aminah

Aminah                  Dia Alifah, saudaraku. Bicaralah di hadapan kami. Saya tidak punya banyak waktu Anthony. Jujur saja, saya sangat khawatir dengan kedatanganmu ini.


Alifah                      Biarlah, silahkan bicara berdua. Saya akan menunggu di pos ronda itu
.
Aminah                  Baiklah, tunggu disana Alifah

Anthony                 Sebenarnya setelah kejadian itu, disaat kau menolongku.. sepulangnya dari rumah, saya terus memikirkanmu. Saya khawatir kalau kita tidak akan bertemu lagi. Namun hari ini kuberanikan diriku untuk menemuimu Aminah, pada saat itu saya telah jatuh cinta kepadamu, wajah mu yang begitu cantik, jari-jemari mu yang lembut menyentuh tanganku dan mengobati luka-lukaku dengan telaten, bahkan tuturn katamu yang begitu indah membuat perasaanku menggebu-gebu ingin bertemu lagi denganmu. Namun kita beda keyakinan, membuat perasaanku jadi tidak menentu.

Aminah                  lalu?

Anthony                 sudah lama tak ku dengar kabarmu setelah perpisahan itu, dan entah kapan terakhir kali aku menulis namamu di diaryku dan mengingatnya.

Aminah                  Apa maksud dari pembicaraanmu?

Anthony                 Kau tidak mengerti juga? Ahhh! Yakin? Kau tidak mengerti? Aku menyukaimu Aminah dan aku berniat melamarmu.

Aminah                  Kau melamarku ?

Anthony                 iya, aku melamarmu. Maukah kau menjadi istriku? Aku tidak bisa memilih kapan saya dilahirkan, dimana tempat saya dilahirkan, dan dimana tempat saya dibesarkan. Tetapi saya bisa memilih.. dengan siapa saya akan hidup bersama. Dan saya memilihmu Aminah.

Aminah                  Saya belum bisa menjawab pinanganmu ini. Kau lihat saudara ku yang duduk disana? Dia sedang termenung memikirkan kejadian yang sedang terjadi padanya, kini dia harus membesarkan janin yang ada di perutnya itu. siapa yang akan merawat anaknya nanti?    suara adzan berkumandang, itu pertanda kewajibanku harus dilaksanakan, aku akan berbincang dengan Tuhanku tentang hubungan ini. Kita sama sama saling mendoakan, aku dengan kedua tanganku yang terbuka menyatu dan kamu dengan kedua tanganmu yang mengepal menyatu. Aku mencintaimu krn Allah dan kamu mencintaku karena Tuhanmu.

Anthony                 Apa yang salah dengan perbedaan ini? Bukankah perbedaan bisa disatukan? Percayalah.. Kami mencintaimu, kami hanya menyebut namamu dengan sebutan yang berbeda Tuhan. Aminah? Trimalah pinanganku..

Aminah                 Menerima pinanganmu? Kita berbeda agama Anthony, dimana tempat yang tepat menyakralkan kita kelak? Digereja atau dimesjid? Di depan penghulu atau didepan pendeta? pernikahan bukan berlandaskan hanya 2 orang kau dan aku. Keluarga ikut andil dalam membangun kebahagiaan dalam rumah tangga. Kalau kamu berpikir yang dibutuhkan dalam sebuah pernikahan hanya cinta saja, maka kamu salah. Membangun sebuah bahtera rumah tangga tidak hanya didasari hanya karena rasa cinta. Karena hakikat menikah adalah menyatukan visi keluarga. Keluargaku begitupun keluargamu

Idris                        Berani sekali kau manusia ulung, sungguh berani kau melamar Aminah tanpa berfikir dosa-dosamu pada kami? Karena masyarakatmu sehingga suamimu aminah meninggal? Kaum mu telah merubuhkan tempat ibadah kami. Apakah kau tidak ingat

Anthony                 dosa apa ?  apa? Tidak ingatkah kau? Ketika masyarakatmu membunuh adikku? kau membakar tempat ibadahku? Kau membakar kawan-kawanku
.
Idris                        Allaahh, kau ini memutar balikkan fakta.. ini memang karena ulah mu dan kaummu yang ingin merampas kota putih ini dan menjadikan sepenuhnya menjadi kota merah. Kau ingin menguasai kota ini.

Anthony                 Apa bukti dari perkataanmu itu? Jangan membuat dugaan sesukaanmu. Kau hanya membuat cerita aneh-aneh. Karena mulutmu sehingga peperangan ini terjadi..

Idris                        enak saja kau bicara.. sangat panjang lidah mu itu. Akan ku potong lidahmu itu.

Anthony                 Berani kau? Akan ku penggal kepalamu itu dan akan kugantung badanmu diatas gerbang itu, seperti yang kau lakukan padaku . kau menggantungku di gerbang itu. Akan ku balas kau.

Aminah                  Berhenti ! saya mohon berhenti!!  Sungguh Allah akan murkah pada umatnya yang saling mendeki dan mendendam ! yang lalu biarlah berlalu, jangan biarkan pemerintah merasuki kita lagi, karena isu-isu tidak jelas yang beredar kita kalut dan lupa diri.

Idris                        Allaaahhh omong kosong. ( senjata tajam di todongkan ke perut Anthony, namun aminah yang terkena )

Aminah                  Tidak….!!

Alifah                      Aminahhh…. Ya Allahh… Kalian berdua..

Anthony                 mengapa kau melakukannya Aminah? Ini tidak adil, maafkan aku aminah, aku mencintamu.

Aminah                  Iklaskan aku.. biarkan semua nya berakhir.

Idris                        Maafkan saya Aminah, ini salahku.. maafkan aku. Aku menyesal. Bangun aminah

Aminah                  Lupakan semua yang terjadi, iklakanlah
                               
                                Adnan    sedang duduk di atas kursi tua sambil merenungi sebuah foto yang dipeluk didadanya, ia sedang mengingat kembali masa-masa yang terjadi 10tahun yang lalu, dengan wajah yang tampak sudah menua. Lalu dari arah belakang ada seorang anak yang memanggil namanya dengan sebutan kakek,, kakek ayo kita sholat. Anthony dan alifah mengikuti dari arah belakang untuk mengajak sang kakek beribadah. Lalu dia ambillah sebuah foto yang ada di dada adnan. Dan digantungkannya ke dinding bersama Anthony.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar